surat al sajdah latin
NiatSholat Tahajud. Sebelum menunaikan ibadah sholat tahajud, harus baca niatnya terlebih dulu. Adapun bacaan niat sholat tahajud latin yakni sebagai berikut: Ushallii sunnatan tahajjudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'alla. Baca Juga: Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tahajud, Amalkan di Sepertiga Malam.
SuratAs-Sajdah ayat 9: 7-9. Allah mengabarkan, bahwa Dia menetapkan penciptaan bagi makhluk seluruhnya, Allah juga mengabarkan bahwa Dialah yang mengawali penciptaan manusia, dengan menciptakan bapak kita yaitu Adam dari tanah. Kemudian Allah jadikan keberlangsungan para keturuan Adam itu dengan air yang lemah yang hina.
SurahAs Sajdah merupakan urutan surat yang ke-32 dalam Kitab Suci Al Qur'an. Surah As Sajdah terdiri dari 30 ayat dan merupakan urutan Juz ke 21 serta termasuk dalam golongan surah Makkiyah. Baca Juga: Surat Al Ahzab Tulisan Arab Saja - الاحزاب بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۗ ١ - الۤمّۤ
Bergabungdengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan: As-Sajdah (bah
AyatSajdah (Sajadah): Arab-Latin dan Artinya Daftar Isi > Tafsir Topik > Sajdah (Sajadah) Ayat Sajdah (Sajadah) Di dalam al-Qur'an ada lima belas (15) ayat yang kita disunnahkan untuk bersujud saat membacanya. Kelima belas ayat tersebut dikenal dengan ayat-ayat sajdah. Ya, sajdah, bukan sajadah.
Mann Meldet Sich Nach Treffen Nicht Mehr. 32. QS. As-Sajdah Sujud 30 ayat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ الٓمّٓ Alif-Laaam-Miiim 1. Alif Lam Mim تَنۡزِيۡلُ الۡكِتٰبِ لَا رَيۡبَ فِيۡهِ مِنۡ رَّبِّ الۡعٰلَمِيۡنَؕ Tanziilul Kitaabi 'laaraiba fiihi mir rabbil 'aalamiin 2. Turunnya Al-Qur'an itu tidak ada keraguan padanya, yaitu dari Tuhan seluruh alam. اَمۡ يَقُوۡلُوۡنَ افۡتَرٰٮهُۚ بَلۡ هُوَ الۡحَقُّ مِنۡ رَّبِّكَ لِتُنۡذِرَ قَوۡمًا مَّاۤ اَتٰٮهُمۡ مِّنۡ نَّذِيۡرٍ مِّنۡ قَبۡلِكَ لَعَلَّهُمۡ يَهۡتَدُوۡنَ Am yaquuluunaf taraahu bal huwal haqqu mir rabbika litunzira qawma maaa ataahum min naziirim min qablika la'allahum yahtaduun 3. Tetapi mengapa mereka orang kafir mengatakan, "Dia Muhammad telah mengada-adakannya." Tidak, Al-Qur'an itu kebenaran yang datang dari Tuhanmu, agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang belum pernah didatangi orang yang memberi peringatan sebelum engkau; agar mereka mendapat petunjuk. اَللّٰهُ الَّذِىۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا فِىۡ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسۡتَوٰى عَلَى الۡعَرۡشِؕ مَا لَكُمۡ مِّنۡ دُوۡنِهٖ مِنۡ وَّلِىٍّ وَّلَا شَفِيۡعٍؕ اَفَلَا تَتَذَكَّرُوۡنَ Allaahul lazii khalaqas samaawaati wal arda wa maa bainahumaa fii sittati ayyaam;Thummas tawaa 'alal 'arsh; maa lakum min duunihii minw-wwaliyyinw-wala shafii'; afala tatazakkaruun 4. Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. Bagimu tidak ada seorang pun penolong maupun pemberi syafaat selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? يُدَبِّرُ الۡاَمۡرَ مِنَ السَّمَآءِ اِلَى الۡاَرۡضِ ثُمَّ يَعۡرُجُ اِلَيۡهِ فِىۡ يَوۡمٍ كَانَ مِقۡدَارُهٗۤ اَلۡفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّوۡنَ Yudabbirul amra minas samaaa'i ilal ardi Thumma ya'ruju ilai Thumma ya'ruju ilaihi fii yawmin kaana miqdaaruhuuuo alfa sanatim mimmaa ta'udduun 5. Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian urusan itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya lamanya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. ذٰلِكَ عٰلِمُ الۡغَيۡبِ وَالشَّهَادَةِ الۡعَزِيۡزُ الرَّحِيۡمُۙ Zaalika 'aalimul ghaybi wa shahaadatil 'aziizur rahiim 6. Yang demikian itu, ialah Tuhan yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang. الَّذِىۡۤ اَحۡسَنَ كُلَّ شَىۡءٍ خَلَقَهٗ وَبَدَاَ خَلۡقَ الۡاِنۡسَانِ مِنۡ طِيۡنٍۚ Allazii ahsana kulla shai in khalaqa; wa bada a khalqal insaani min tiin 7. Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah, ثُمَّ جَعَلَ نَسۡلَهٗ مِنۡ سُلٰلَةٍ مِّنۡ مَّآءٍ مَّهِيۡنٍۚ Thumma ja'ala naslahuu min sulaalatim mim maaa'immahiin 8. kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina air mani. ثُمَّ سَوّٰٮهُ وَنَفَخَ فِيۡهِ مِنۡ رُّوۡحِهٖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمۡعَ وَالۡاَبۡصَارَ وَالۡاَفۡـــِٕدَةَ ؕ قَلِيۡلًا مَّا تَشۡكُرُوۡنَ Thumma sawwaahu wa nafakha fiihi mir ruuhihih; wa ja'ala lakumus sam'a wal-absaara wal-af'idah; taqaliilam maa tashkuruun 9. Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh ciptaan-Nya ke dalam tubuhnya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur. وَقَالُوۡٓا ءَاِذَا ضَلَلۡنَا فِى الۡاَرۡضِ ءَاِنَّا لَفِىۡ خَلۡقٍ جَدِيۡدٍ ۚ بَلۡ هُمۡ بِلِقَآءِ رَبِّهِمۡ كٰفِرُوۡنَ Wa qooluuu 'a-izaa dalalnaa fil ardi 'a-innaa lafii khalqin jadiid; bal hum biliqooa'i rabbihim kaafirruun 10. Dan mereka berkata, "Apakah apabila kami telah lenyap hancur di dalam tanah, kami akan berada dalam ciptaan yang baru?" Bahkan mereka mengingkari pertemuan dengan Tuhannya. قُلۡ يَتَوَفّٰٮكُمۡ مَّلَكُ الۡمَوۡتِ الَّذِىۡ وُكِّلَ بِكُمۡ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمۡ تُرۡجَعُوۡنَ Qul yatawaffaakum malakul mawtil lazii wukkila bikum Thumma ilaa rabbikum turja'uun 11. Katakanlah, "Malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawamu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan." وَلَوۡ تَرٰٓى اِذِ الۡمُجۡرِمُوۡنَ نَاكِسُوۡا رُءُوۡسِهِمۡ عِنۡدَ رَبِّهِمۡ رَبَّنَاۤ اَبۡصَرۡنَا وَسَمِعۡنَا فَارۡجِعۡنَا نَعۡمَلۡ صَالِحًـا اِنَّا مُوۡقِنُوۡنَ Wa law taraaa izil mujrimuuna naakisuu ru'uusihim 'inda rabbihim rabbanaaa absarnaa wa sami'naa farji'naa na'mal saalihan innaa muuqinuun 12. Dan alangkah ngerinya, jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, mereka berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia, niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin." وَ لَوۡ شِئۡنَا لَاٰتَيۡنَا كُلَّ نَفۡسٍ هُدٰٮهَا وَلٰـكِنۡ حَقَّ الۡقَوۡلُ مِنِّىۡ لَاَمۡلَئَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الۡجِنَّةِ وَالنَّاسِ اَجۡمَعِيۡنَ Wa law shi'naa la-aatainaa kulla nafsin hudaahaa wa laakin haqqal qawlu minnii la amla'anna jahannama minal jinnati wannaasi ajma'iin 13. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk baginya, tetapi telah ditetapkan perkataan ketetapan dari-Ku, "Pasti akan Aku penuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama. فَذُوۡقُوۡا بِمَا نَسِيۡتُمۡ لِقَآءَ يَوۡمِكُمۡ هٰذَا ۚ اِنَّا نَسِيۡنٰكُمۡ وَذُوۡقُوۡا عَذَابَ الۡخُلۡدِ بِمَا كُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ Fazuuquu bimaa nasiitum liqooa'a yawminkum haaza innaa nasiinaakum wa zuuquu 'azaabal khuldi bimaa kuntum ta'maluun 14. Maka rasakanlah olehmu azab ini disebabkan kamu melalaikan pertemuan dengan harimu ini hari Kiamat, sesungguhnya Kami pun melalaikan kamu dan rasakanlah azab yang kekal, atas apa yang telah kamu kerjakan." اِنَّمَا يُؤۡمِنُ بِاٰيٰتِنَا الَّذِيۡنَ اِذَا ذُكِّرُوۡا بِهَا خَرُّوۡا سُجَّدًا وَّسَبَّحُوۡا بِحَمۡدِ رَبِّهِمۡ وَهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ۩ Innamaa yu'minu bi aayaatinal laziina izaa zukkiruu bihaa kharruu sujjadanw wa sabbahuu bihamdi rabbihim wa hum laa yastakbiruun 15. Orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya ayat-ayat Kami, mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri. تَتَجَافٰى جُنُوۡبُهُمۡ عَنِ الۡمَضَاجِعِ يَدۡعُوۡنَ رَبَّهُمۡ خَوۡفًا وَّطَمَعًا وَّمِمَّا رَزَقۡنٰهُمۡ يُنۡفِقُوۡنَ Tatajaafaa junuubuhum 'anil madaaji'i yad'uuna rabbahum khawfanw wa tama'anw wa mimmaa razaqnaahum yunfiquun 16. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٌ مَّاۤ اُخۡفِىَ لَهُمۡ مِّنۡ قُرَّةِ اَعۡيُنٍۚ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ Falaa ta'lamu nafsum maaa ukhfiya lahum min qurrati a'yunin jazaaa'am bimaa kaanuu ya'maluun 17. Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu bermacam-macam nikmat yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan. اَفَمَنۡ كَانَ مُؤۡمِنًا كَمَنۡ كَانَ فَاسِقًا ؕ لَا يَسۡتَوٗنَ Afaman kaana mu'minan kaman kaana faasiqoo; laa yasta wuun 18. Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik kafir? Mereka tidak sama. اَمَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمۡ جَنّٰتُ الۡمَاۡوٰى نُزُلًاۢ بِمَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ Ammal laziina aamanuu wa 'amilus saalihaati falahum jannaatul maawa nuzulam bimaa kaanuu ya'maluun 19. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapat surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala atas apa yang telah mereka kerjakan. وَاَمَّا الَّذِيۡنَ فَسَقُوۡا فَمَاۡوٰٮهُمُ النَّارُؕ كُلَّمَاۤ اَرَادُوۡۤا اَنۡ يَّخۡرُجُوۡا مِنۡهَاۤ اُعِيۡدُوۡا فِيۡهَا وَ قِيۡلَ لَهُمۡ ذُوۡقُوۡا عَذَابَ النَّارِ الَّذِىۡ كُنۡتُمۡ بِهٖ تُكَذِّبُوۡنَ Wa ammal laziina fasaquu famaawaahumn Naaru kullamaaa araaduuu any yakhrujuu minhaaa u'iiduu fiihaa wa qiila lahum zuuquu 'zaaaban Naaril lazii kuntum bihii tukazzibuun 20. Dan adapun orang-orang yang fasik kafir, maka tempat kediaman mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan lagi ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah azab neraka yang dahulu kamu dustakan."
Sajdah بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ bismillāhir-raḥmānir-raḥīmDengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. الۤمّۤ ۗalif lām mīmAlif Lam Mim. تَنْزِيْلُ الْكِتٰبِ لَا رَيْبَ فِيْهِ مِنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَۗtanzīlul-kitābi lā raiba fīhi mir rabbil-ālamīnTurunnya Al-Qur’an itu tidak ada keraguan padanya, yaitu dari Tuhan seluruh alam. اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰىهُ ۚ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَّآ اَتٰىهُمْ مِّنْ نَّذِيْرٍ مِّنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُوْنَam yaqụlụnaftarāh, bal huwal-ḥaqqu mir rabbika litunżira qaumam mā atāhum min nażīrim ming qablika la’allahum yahtadụnTetapi mengapa mereka orang kafir mengatakan, “Dia Muhammad telah mengada-adakannya.” Tidak, Al-Qur’an itu kebenaran yang datang dari Tuhanmu, agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang belum pernah didatangi orang yang memberi peringatan sebelum engkau; agar mereka mendapat petunjuk. اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ مَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا شَفِيْعٍۗ اَفَلَا تَتَذَكَّرُوْنَallāhullażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā fī sittati ayyāmin ṡummastawā alal-arsy, mā lakum min dụnihī miw waliyyiw wa lā syafī’, a fa lā tatażakkarụnAllah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. Bagimu tidak ada seorang pun penolong maupun pemberi syafaat selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? يُدَبِّرُ الْاَمْرَ مِنَ السَّمَاۤءِ اِلَى الْاَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ اِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهٗٓ اَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّوْنَyudabbirul-amra minas-samā`i ilal-arḍi ṡumma ya’ruju ilaihi fī yauming kāna miqdāruhū alfa sanatim mimmā ta’uddụnDia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian urusan itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya lamanya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. ذٰلِكَ عٰلِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُۙżālika ālimul-gaibi wasy-syahādatil-azīzur-raḥīmYang demikian itu, ialah Tuhan yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang. الَّذِيْٓ اَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهٗ وَبَدَاَ خَلْقَ الْاِنْسَانِ مِنْ طِيْنٍallażī aḥsana kulla syai`in khalaqahụ wa bada`a khalqal-insāni min ṭīnYang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah, ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهٗ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ مَّاۤءٍ مَّهِيْنٍ ۚṡumma ja’ala naslahụ min sulālatim mim mā`im mahīnkemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina air mani. ثُمَّ سَوّٰىهُ وَنَفَخَ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِهٖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَṡumma sawwāhu wa nafakha fīhi mir rụḥihī wa ja’ala lakumus-sam’a wal-abṣāra wal-af`idah, qalīlam mā tasykurụnKemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh ciptaan-Nya ke dalam tubuhnya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur. وَقَالُوْٓا ءَاِذَا ضَلَلْنَا فِى الْاَرْضِ ءَاِنَّا لَفِيْ خَلْقٍ جَدِيْدٍ ەۗ بَلْ هُمْ بِلِقَاۤءِ رَبِّهِمْ كٰفِرُوْنَwa qālū a iżā ḍalalnā fil-arḍi a innā lafī khalqin jadīd, bal hum biliqā`i rabbihim kāfirụnDan mereka berkata, “Apakah apabila kami telah lenyap hancur di dalam tanah, kami akan berada dalam ciptaan yang baru?” Bahkan mereka mengingkari pertemuan dengan Tuhannya. ۞ قُلْ يَتَوَفّٰىكُمْ مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِيْ وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَqul yatawaffākum malakul-mautillażī wukkila bikum ṡumma ilā rabbikum turja’ụnKatakanlah, “Malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawamu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan.” وَلَوْ تَرٰىٓ اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۗ رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا مُوْقِنُوْنَwalau tarā iżil-mujrimụna nākisụ ru`ụsihim inda rabbihim, rabbanā abṣarnā wa sami’nā farji’nā na’mal ṣāliḥan innā mụqinụnDan alangkah ngerinya, jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia, niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.” وَلَوْ شِئْنَا لَاٰتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدٰىهَا وَلٰكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّيْ لَاَمْلَـَٔنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَwalau syi`nā la`ātainā kulla nafsin hudāhā wa lākin ḥaqqal-qaulu minnī la`amla`anna jahannama minal-jinnati wan-nāsi ajma’īnDan jika Kami menghendaki niscaya Kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk baginya, tetapi telah ditetapkan perkataan ketetapan dari-Ku, “Pasti akan Aku penuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama. فَذُوْقُوْا بِمَا نَسِيْتُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَاۚ اِنَّا نَسِيْنٰكُمْ وَذُوْقُوْا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَfa żụqụ bimā nasītum liqā`a yaumikum hāżā, innā nasīnākum wa żụqụ ażābal-khuldi bimā kuntum ta’malụnMaka rasakanlah olehmu azab ini disebabkan kamu melalaikan pertemuan dengan harimu ini hari Kiamat, sesungguhnya Kami pun melalaikan kamu dan rasakanlah azab yang kekal, atas apa yang telah kamu kerjakan.” اِنَّمَا يُؤْمِنُ بِاٰيٰتِنَا الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِّرُوْا بِهَا خَرُّوْا سُجَّدًا وَّسَبَّحُوْا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ ۩innamā yu`minu bi`āyātinallażīna iżā żukkirụ bihā kharrụ sujjadaw wa sabbaḥụ biḥamdi rabbihim wa hum lā yastakbirụnOrang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya ayat-ayat Kami, mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri. تَتَجَافٰى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَّطَمَعًاۖ وَّمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَtatajāfā junụbuhum anil-maḍāji’i yad’ụna rabbahum khaufaw wa ṭama’aw wa mimmā razaqnāhum yunfiqụnLambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّآ اُخْفِيَ لَهُمْ مِّنْ قُرَّةِ اَعْيُنٍۚ جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَfa lā ta’lamu nafsum mā ukhfiya lahum ming qurrati a’yun, jazā`am bimā kānụ ya’malụnMaka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu bermacam-macam nikmat yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan. اَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًاۗ لَا يَسْتَوٗنَa fa mang kāna mu`minang kamang kāna fāsiqā, lā yastawụnMaka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik kafir? Mereka tidak sama. اَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ جَنّٰتُ الْمَأْوٰىۖ نُزُلًا ۢبِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَammallażīna āmanụ wa amiluṣ-ṣāliḥāti fa lahum jannātul-ma`wā nuzulam bimā kānụ ya’malụnAdapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapat surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala atas apa yang telah mereka kerjakan. وَاَمَّا الَّذِيْنَ فَسَقُوْا فَمَأْوٰىهُمُ النَّارُ كُلَّمَآ اَرَادُوْٓا اَنْ يَّخْرُجُوْا مِنْهَآ اُعِيْدُوْا فِيْهَا وَقِيْلَ لَهُمْ ذُوْقُوْا عَذَابَ النَّارِ الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَwa ammallażīna fasaqụ fa ma`wāhumun-nāru kullamā arādū ay yakhrujụ min-hā u’īdụ fīhā wa qīla lahum żụqụ ażāban-nārillażī kuntum bihī tukażżibụnDan adapun orang-orang yang fasik kafir, maka tempat kediaman mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan lagi ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka, “Rasakanlah azab neraka yang dahulu kamu dustakan.” وَلَنُذِيْقَنَّهُمْ مِّنَ الْعَذَابِ الْاَدْنٰى دُوْنَ الْعَذَابِ الْاَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَwa lanużīqannahum minal-ażābil-adnā dụnal-ażābil-akbari la’allahum yarji’ụnDan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat di dunia sebelum azab yang lebih besar di akhirat; agar mereka kembali ke jalan yang benar. وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِاٰيٰتِ رَبِّهٖ ثُمَّ اَعْرَضَ عَنْهَا ۗاِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِيْنَ مُنْتَقِمُوْنَwa man aẓlamu mim man żukkira bi`āyāti rabbihī ṡumma a’raḍa an-hā, innā minal-mujrimīna muntaqimụnDan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya? Sungguh, Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa. وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ فَلَا تَكُنْ فِيْ مِرْيَةٍ مِّنْ لِّقَاۤىِٕهٖ وَجَعَلْنٰهُ هُدًى لِّبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَۚwa laqad ātainā mụsal-kitāba fa lā takun fī miryatim mil liqā`ihī wa ja’alnāhu hudal libanī isrā`īlDan sungguh, telah Kami anugerahkan Kitab Taurat kepada Musa, maka janganlah engkau Muhammad ragu-ragu menerimanya Al-Qur’an dan Kami jadikan Kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil. وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ اَىِٕمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوْاۗ وَكَانُوْا بِاٰيٰتِنَا يُوْقِنُوْنَwa ja’alnā min-hum a`immatay yahdụna bi`amrinā lammā ṣabarụ, wa kānụ bi`āyātinā yụqinụnDan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka sabar. Mereka meyakini ayat-ayat Kami. اِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَinna rabbaka huwa yafṣilu bainahum yaumal-qiyāmati fīmā kānụ fīhi yakhtalifụnSungguh Tuhanmu, Dia yang memberikan keputusan di antara mereka pada hari Kiamat tentang apa yang dahulu mereka perselisihkan padanya. اَوَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ اَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنَ الْقُرُوْنِ يَمْشُوْنَ فِيْ مَسٰكِنِهِمْ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍۗ اَفَلَا يَسْمَعُوْنَa wa lam yahdi lahum kam ahlaknā ming qablihim minal-qurụni yamsyụna fī masākinihim, inna fī żālika la`āyāt, a fa lā yasma’ụnDan tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka, betapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah. Apakah mereka tidak mendengarkan memperhatikan? اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا نَسُوْقُ الْمَاۤءَ اِلَى الْاَرْضِ الْجُرُزِ فَنُخْرِجُ بِهٖ زَرْعًا تَأْكُلُ مِنْهُ اَنْعَامُهُمْ وَاَنْفُسُهُمْۗ اَفَلَا يُبْصِرُوْنَa wa lam yarau annā nasụqul-mā`a ilal-arḍil-juruzi fa nukhriju bihī zar’an ta`kulu min-hu an’āmuhum wa anfusuhum, a fa lā yubṣirụnDan tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami mengarahkan awan yang mengandung air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanam-tanaman sehingga hewan-hewan ternak mereka dan mereka sendiri dapat makan darinya. Maka mengapa mereka tidak memperhatikan? وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْفَتْحُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَwa yaqụlụna matā hāżal-fat-ḥu ing kuntum ṣādiqīnDan mereka bertanya, “Kapankah kemenangan itu datang jika engkau orang yang benar?” قُلْ يَوْمَ الْفَتْحِ لَا يَنْفَعُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِيْمَانُهُمْ وَلَا هُمْ يُنْظَرُوْنَqul yaumal-fat-ḥi lā yanfa’ullażīna kafarū īmānuhum wa lā hum yunẓarụnKatakanlah, “Pada hari kemenangan itu, tidak berguna lagi bagi orang-orang kafir keimanan mereka dan mereka tidak diberi penangguhan.” فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ وَانْتَظِرْ اِنَّهُمْ مُّنْتَظِرُوْنَfa a’riḍ an-hum wantaẓir innahum muntaẓirụnMaka berpalinglah engkau dari mereka dan tunggulah, sesungguhnya mereka juga menunggu.
Bacaan Surat As-Sajdah Lengkap Arab, Latin dan Artinya - Kali akan dishare teks surah As Sajdah full 30 ayat dalam versi tulisan arab, latin dan terjemahannya. Qs As Sajdah ini merupakan surah ke 32 dalam kitab suci Al Quran yang panjangnya terdiri dari 30 ayat. Dinamakan surat As-Sajdah berhubung pada surah ini terdapat ayat Sajdah sujud, yaitu ayat yang kelima belas. As Sajdah turun di Kota Mekkah sehingga masuk golongan surah Makkiyah. Surat As Sajdah memiliki beberapa makna dan isi kandungan diantaranya adalah menjelaskan mengenai kebenaran bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang Rasul, Allah SWT itu Esa dan berkuasa atas seluruh alam semesta serta dianjurkan untuk mengerjakan sholat malam. Teks Bacaan Surat As Sajdah Full Dan untuk selengkapnya simak berikut ini teks bacaan surat As-Sajdah lengkap lafadz arab, latin dan terjemahan bahasa Indonesianya agar bisa lebih mudah untuk dimengerti maksud dan pokok isi kandungan dari setiap ayatnya. Surat As Sajdah Arab بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ الم ﴿١﴾ تَنزِيلُ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِن رَّبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾ أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۚ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّا أَتَاهُم مِّن نَّذِيرٍ مِّن قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ ﴿٣﴾ اللَّـهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ مَا لَكُم مِّن دُونِهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ ﴿٤﴾ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ ﴿٥﴾ ذَٰلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ ﴿٦﴾ الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنسَانِ مِن طِينٍ ﴿٧﴾ ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِن سُلَالَةٍ مِّن مَّاءٍ مَّهِينٍ ﴿٨﴾ ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ ﴿٩﴾ وَقَالُوا أَإِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ ۚ بَلْ هُم بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ ﴿١٠﴾ قُلْ يَتَوَفَّاكُم مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ ﴿١١﴾وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ ﴿١٢﴾ وَلَوْ شِئْنَا لَآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَـٰكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ ﴿١٣﴾ فَذُوقُوا بِمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَـٰذَا إِنَّا نَسِينَاكُمْ ۖ وَذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿١٤﴾ إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ۩ ﴿١٥﴾ تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ﴿١٦﴾ فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿١٧﴾ أَفَمَن كَانَ مُؤْمِنًا كَمَن كَانَ فَاسِقًا ۚ لَّا يَسْتَوُونَ ﴿١٨﴾ أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَىٰ نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿١٩﴾ وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۖ كُلَّمَا أَرَادُوا أَن يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنتُم بِهِ تُكَذِّبُونَ ﴿٢٠﴾ وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ ﴿٢١﴾ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا ۚ إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنتَقِمُونَ ﴿٢٢﴾ وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ فَلَا تَكُن فِي مِرْيَةٍ مِّن لِّقَائِهِ ۖ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِّبَنِي إِسْرَائِيلَ ﴿٢٣﴾ وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ ﴿٢٤﴾ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ﴿٢٥﴾ أَوَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ ۖ أَفَلَا يَسْمَعُونَ ﴿٢٦﴾ أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَسُوقُ الْمَاءَ إِلَى الْأَرْضِ الْجُرُزِ فَنُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا تَأْكُلُ مِنْهُ أَنْعَامُهُمْ وَأَنفُسُهُمْ ۖ أَفَلَا يُبْصِرُونَ ﴿٢٧﴾ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا الْفَتْحُ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ ﴿٢٨﴾ قُلْ يَوْمَ الْفَتْحِ لَا يَنفَعُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِيمَانُهُمْ وَلَا هُمْ يُنظَرُونَ ﴿٢٩﴾ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَانتَظِرْ إِنَّهُم مُّنتَظِرُونَ ﴿﴾٣٠ Surat As Sajdah Latin Bismillahirrahmanirrahim. 1. alif-laam-miim 2. tanziilu alkitaabi laa rayba fiihi min rabbi al’aalamiina 3. am yaquuluuna iftaraahu bal huwa alhaqqu min rabbika litundzira qawman maa ataahum min nadziirin min qablika la’allahum yahtaduuna 4. allaahu alladzii khalaqa alssamaawaati waal-ardha wamaa baynahumaa fii sittati ayyaamin tsumma istawaa alaa al’arsyi maa lakum min duunihi min waliyyin walaa syafii’in afalaa tatadzakkaruuna 5. yudabbiru al-amra mina alssamaa-i ilaa al-ardhi tsumma ya’ruju ilayhi fii yawmin kaana miqdaaruhu alfa sanatin mimmaa ta’udduuna 6. dzaalika aalimu alghaybi waalsysyahaadati al’aziizu alrrahiimu 7. alladzii ahsana kulla syay-in khalaqahu wabada-a khalqa al-insaani min thiinin 8. tsumma ja’ala naslahu min sulaalatin min maa-in mahiinin 9. tsumma sawwaahu wanafakha fiihi min ruuhihi waja’ala lakumu alssam’a waal-abshaara waal-af-idata qaliilan maa tasykuruuna 10. waqaaluu a-idzaa dhalaalnaa fii al-ardhi a-innaa lafii khalqin jadiidin bal hum biliqaa-i rabbihim kaafiruuna 11. qul yatawaffaakum malaku almawti alladzii wukkila bikum tsumma ilaa rabbikum turja’uuna 12. walaw taraa idzi almujrimuuna naakisuu ruuusihim inda rabbihim rabbanaa absharnaa wasami’naa fa-arji’naa na’mal shaalihan innaa muuqinuuna 13. walaw syi-naa laaataynaa kulla nafsin hudaahaa walaakin haqqa alqawlu minnii la-amla-anna jahannama mina aljinnati waalnnaasi ajma’iina 14. fadzuuquu bimaa nasiitum liqaa-a yawmikum haadzaa innaa nasiinaakum wadzuuquu adzaaba alkhuldi bimaa kuntum ta’maluuna 15. innamaa yu/minu bi-aayaatinaa alladziina idzaa dzukkiruu bihaa kharruu sujjadan wasabbahuu bihamdi rabbihim wahum laa yastakbiruuna 16. tatajaafaa junuubuhum ani almadaaji’i yad’uuna rabbahum khawfan wathama’an wamimmaa razaqnaahum yunfiquuna 17. falaa ta’lamu nafsun maa ukhfiya lahum min qurrati a’yunin jazaa-an bimaa kaanuu ya’maluuna 18. afaman kaana mu/minan kaman kaana faasiqan laa yastawuuna 19. ammaa alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati falahum jannaatu alma/waa nuzulan bimaa kaanuu ya’maluuna 20. wa-ammaa alladziina fasaquu fama/waahumu alnnaaru kullamaa araaduu an yakhrujuu minhaa u’iiduu fiihaa waqiila lahum dzuuquu adzaaba alnnaari alladzii kuntum bihi tukadzdzibuuna 21. walanudziiqannahum mina al’adzaabi al-adnaa duuna al’adzaabi al-akbari la’allahum yarji’uuna 22. waman azhlamu mimman dzukkira bi-aayaati rabbihi tsumma a’radha anhaa innaa mina almujrimiina muntaqimuuna 23. walaqad aataynaa muusaa alkitaaba falaa takun fii miryatin min liqaa-ihi waja’alnaahu hudan libanii israa-iila 24. waja’alnaa minhum a-immatan yahduuna bi-amrinaa lammaa shabaruu wakaanuu bi-aayaatinaa yuuqinuuna 25. inna rabbaka huwa yafshilu baynahum yawma alqiyaamati fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuuna 26. awa lam yahdi lahum kam ahlaknaa min qablihim mina alquruuni yamsyuuna fii masaakinihim inna fii dzaalika laaayaatin afalaa yasma’uuna 27. awa lam yaraw annaa nasuuqu almaa-a ilaa al-ardhi aljuruzi fanukhriju bihi zar’an ta-kulu minhu an’aamuhum wa-anfusuhum afalaa yubshiruuna 28. wayaquuluuna mataa haadzaa alfathu in kuntum shaadiqiina 29. qul yawma alfathi laa yanfa’u alladziina kafaruu iimaanuhum walaa hum yunzharuuna 30. fa-a’ridh anhum waintazhir innahum muntazhiruuna Terjemahan Surat As Sajdah Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 1 Alif, Lam, Mim. 2 Turunnya kitab yang tidak ada keraguan padanya, daripada Rab Tuhan sekalian alam. 3 Ataukah mereka mengatakan "Dia Muhammad saw mengada-adakannya." Bahkan ia adalah kebenaran daripada Rab Tuhan engkau, agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk. 4 Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara kedua-duanya dalam enam masa, kemudian Dia Allah bersemayam menetapkan pentadbiran-Nya di atas 'Arash. Tidak ada bagi kamu selain Dia Allah seorang penolong pun dan tidak seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak mengambil peringatan? 5 Dia Allah mengatur urusan dari langit kepada bumi, kemudian urusan itu naik kepada-Nya kepada Allah dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitungan kamu. 6 Demikianlah Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, al-Aziz Maha Perkasa, lagi al-Rahim Maha Mengasihani. 7 Yang memperelokkan segala sesuatu yang Dia Allah ciptakan, dan Dia Allah memulai penciptaan manusia daripada tanah. 8 Kemudian Dia Allah menjadikan keturunannya daripada saripati air yang hina air mani. 9 Kemudian Dia Allah menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya daripada roh-Nya Allah, dan Dia Allah menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi sedikit sekali kamu bersyukur. 10 Dan mereka berkata "Apakah bila kami telah lenyap hancur di dalam bumi, kami akan muncul dalam ciptaan yang baru?” Bahkan mereka ingkar akan pertemuan dengan Rab Tuhan mereka. 11 Katakanlah "Kamu akan dimatikan oleh malaikat maut yang diwakilkan untuk kamu. Kemudian kepada Rab Tuhan kamulah kamu dikembalikan. 12 Dan sekiranya kamu melihat ketika orang yang berdosa itu menundukkan kepala mereka di hadapan Rab Tuhan mereka, mereka berkata "Rabbana wahai Tuhan kami! Kami telah melihat dan kami mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia, kami akan mengerjakan amal salih, sesungguhnya kami adalah orang yang yakin." 13 Dan kalau Kami Allah menghendaki nescaya Kami Allah akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuknya, akan tetapi telah tetaplah perkataan ketetapan dari pada-Ku Allah "Sesungguhnya akan Aku Allah penuhi Neraka Jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.” 14 Maka rasakanlah disebabkan kamu melupakan pertemuan dengan harimu ini. Sesungguhnya Kami Allah telah melupakan kamu pula, dan rasakanlah azab yang kekal, disebabkan apa yang kamu kerjakan." 15 Sesungguhnya orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami Allah, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya, mereka meniarap sujud dan bertasbih serta memuji Rab Tuhan mereka, dan mereka tidak menyombongkan diri. 16 Memisahkan rusuk mereka daripada tempat, sedang mereka berdoa kepada Rab Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian daripada rezeki yang Kami Allah berikan kepada mereka. 17 Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka daripada yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. 18 Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik? Mereka tidak sama. 19 Adapun orang yang beriman dan beramal salih, maka bagi mereka syurga sebagai tempat kediaman, ganjaran terhadap apa yang telah mereka kerjakan. 20 Dan adapun orang yang fasik, maka tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya, dan dikatakan kepada mereka "Rasakanlah azab neraka yang dahulu kamu mendustakannya." 21 Dan sesungguhnya Kami Allah akan merasakan kepada mereka daripada azab yang dekat, sebelum azab yang lebih besar; mudah-mudahan mereka kembali. 22 Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rab Tuhannya, kemudian dia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami Allah akan menyeksakan orang yang berdosa. 23 Dan sesungguhnya telah Kami Allah berikan kitab kepada Musa, maka janganlah engkau Muhammad saw ragu-ragu daripada menerimanya, dan Kami Allah jadikannya petunjuk bagi Bani Isra’el. 24 Dan Kami Allah jadikan antara mereka itu imam pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami Allah ketika mereka bersabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami Allah. 25 Sesungguhnya Rab Tuhan engkau, Dia Allah jualah yang akan mengadili antara mereka pada hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan. 26 Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak generasi-generasi sebelum mereka yang telah Kami Allah binasakan, sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat bekas kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda. Maka apakah mereka tidak mendengarkan memperhatikan? 27 Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahawa Kami Allah mencurahkan air ke bumi yang tandus, lalu Kami Allah tumbuhkan dengannya tanam-tanaman, yang daripadanya dapat makan binatang-binatang ternakan mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan? 28 Dan mereka bertanya "Bilakah kemenangan itu jika kamu memang orang yang benar?" 29 Katakanlah "Pada hari kemenangan itu tidak berguna bagi orang kafir iman mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh." 30 Maka berpalinglah engkau daripada mereka dan tunggulah, sesungguhnya mereka juga menunggu. Demikianlah teks bacaan surat As-Sajdah lengkap arab, latin dan artinya. Semoga surah As Sajdah diatas memberi manfaat besar bagi kita dan jangan lupa untuk membaca dan mengamalkan isi kandungan dari setiap ayat ayatnya. Wallahu a'lam.
Tulisan atau Teks Latin Surat As Sajdah. Merupakan surat yang ke-32 di dalam Al Qur’an dan terdiri dari 30 ayat. Baca juga surat As Sajdah teks Arab, terjemah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. As Sajdah – السجدة 1. alif-laam-miim 2. tanziilu alkitaabi laa rayba fiihi min rabbi al’aalamiina 3. am yaquuluuna iftaraahu bal huwa alhaqqu min rabbika litundzira qawman maa ataahum min nadziirin min qablika la’allahum yahtaduuna 4. allaahu alladzii khalaqa alssamaawaati waal-ardha wamaa baynahumaa fii sittati ayyaamin tsumma istawaa alaa al’arsyi maa lakum min duunihi min waliyyin walaa syafii’in afalaa tatadzakkaruuna 5. yudabbiru al-amra mina alssamaa-i ilaa al-ardhi tsumma ya’ruju ilayhi fii yawmin kaana miqdaaruhu alfa sanatin mimmaa ta’udduuna 6. dzaalika aalimu alghaybi waalsysyahaadati al’aziizu alrrahiimu 7. alladzii ahsana kulla syay-in khalaqahu wabada-a khalqa al-insaani min thiinin 8. tsumma ja’ala naslahu min sulaalatin min maa-in mahiinin 9. tsumma sawwaahu wanafakha fiihi min ruuhihi waja’ala lakumu alssam’a waal-abshaara waal-af-idata qaliilan maa tasykuruuna 10. waqaaluu a-idzaa dhalaalnaa fii al-ardhi a-innaa lafii khalqin jadiidin bal hum biliqaa-i rabbihim kaafiruuna 11. qul yatawaffaakum malaku almawti alladzii wukkila bikum tsumma ilaa rabbikum turja’uuna 12. walaw taraa idzi almujrimuuna naakisuu ruuusihim inda rabbihim rabbanaa absharnaa wasami’naa fa-arji’naa na’mal shaalihan innaa muuqinuuna 13. walaw syi-naa laaataynaa kulla nafsin hudaahaa walaakin haqqa alqawlu minnii la-amla-anna jahannama mina aljinnati waalnnaasi ajma’iina 14. fadzuuquu bimaa nasiitum liqaa-a yawmikum haadzaa innaa nasiinaakum wadzuuquu adzaaba alkhuldi bimaa kuntum ta’maluuna 15. innamaa yu/minu bi-aayaatinaa alladziina idzaa dzukkiruu bihaa kharruu sujjadan wasabbahuu bihamdi rabbihim wahum laa yastakbiruuna 16. tatajaafaa junuubuhum ani almadaaji’i yad’uuna rabbahum khawfan wathama’an wamimmaa razaqnaahum yunfiquuna 17. falaa ta’lamu nafsun maa ukhfiya lahum min qurrati a’yunin jazaa-an bimaa kaanuu ya’maluuna 18. afaman kaana mu/minan kaman kaana faasiqan laa yastawuuna 19. ammaa alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati falahum jannaatu alma/waa nuzulan bimaa kaanuu ya’maluuna 20. wa-ammaa alladziina fasaquu fama/waahumu alnnaaru kullamaa araaduu an yakhrujuu minhaa u’iiduu fiihaa waqiila lahum dzuuquu adzaaba alnnaari alladzii kuntum bihi tukadzdzibuuna 21. walanudziiqannahum mina al’adzaabi al-adnaa duuna al’adzaabi al-akbari la’allahum yarji’uuna 22. waman azhlamu mimman dzukkira bi-aayaati rabbihi tsumma a’radha anhaa innaa mina almujrimiina muntaqimuuna 23. walaqad aataynaa muusaa alkitaaba falaa takun fii miryatin min liqaa-ihi waja’alnaahu hudan libanii israa-iila 24. waja’alnaa minhum a-immatan yahduuna bi-amrinaa lammaa shabaruu wakaanuu bi-aayaatinaa yuuqinuuna 25. inna rabbaka huwa yafshilu baynahum yawma alqiyaamati fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuuna 26. awa lam yahdi lahum kam ahlaknaa min qablihim mina alquruuni yamsyuuna fii masaakinihim inna fii dzaalika laaayaatin afalaa yasma’uuna 27. awa lam yaraw annaa nasuuqu almaa-a ilaa al-ardhi aljuruzi fanukhriju bihi zar’an ta-kulu minhu an’aamuhum wa-anfusuhum afalaa yubshiruuna 28. wayaquuluuna mataa haadzaa alfathu in kuntum shaadiqiina 29. qul yawma alfathi laa yanfa’u alladziina kafaruu iimaanuhum walaa hum yunzharuuna 30. fa-a’ridh anhum waintazhir innahum muntazhiruuna
۞ قُلْ يَتَوَفَّىٰكُم مَّلَكُ ٱلْمَوْتِ ٱلَّذِى وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ Arab-Latin Qul yatawaffākum malakul-mautillażī wukkila bikum ṡumma ilā rabbikum turja'ụnArtinya Katakanlah "Malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawamu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan". As-Sajdah 10 ✵ As-Sajdah 12 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangHikmah Mendalam Tentang Surat As-Sajdah Ayat 11 Paragraf di atas merupakan Surat As-Sajdah Ayat 11 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa hikmah mendalam dari ayat ini. Tersedia beberapa penafsiran dari banyak mufassir terhadap makna surat As-Sajdah ayat 11, misalnya seperti termaktub📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaKatakanlah wahai Rasul kepada orang-orang musrik itu, “Malaikat maut yang ditugaskan pada kalian akan mewafatkan kalian. Bila ajal kalian habis, malaikat tersebut akan mencabut arwah kalian, tidak tertunda sesaat pun. Kemudian kalian dipulangkan kepada Tuhan kalian, lalu Dia akan membalas kalian atas seluruh amal perbuatan kalian, bila baik, dengan balasan baik, dan bila buruk, maka dengan balasan buruk.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram11. Katakan -wahai Rasul- kepada orang-orang musyrik yang mendustakan adanya hari Kebangkitan, “Malaikat maut yang ditugaskan untuk mencabut ruh kalian, mewafatkan kalian kemudian hanya kepada Kami semata pada Hari Kiamat kalian dikembalikan untuk perhitungan amal dan pembalasannya.”📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah11. Maka Allah membantah mereka, Hai Rasulullah katakanlah “Malaikat maut yang bertugas mencabut nyawa akan mematikan kalian, kemudian kalian akan kembali kepada Tuhan kalian agar Dia memberi siksaan atas kekafiran kalian.” Syeikh as-Syinqithi berkata, secara dzahir ayat ini menjelaskan malaikat yang bertugas mencabut nyawa adalah satu malaikat tertentu, akan tetapi Allah menjelaskan dalam beberapa ayat yang lain bahwa manusia akan dicabut nyawa mereka oleh banyak malaikat, bukan oleh satu malaikat saja, seperti dijelaskan dalam firman Allah إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ ظَالِمِىٓ أَنفُسِهِمْ قَالُوا۟ فِيمَ كُنتُمْ ۖ قَالُوا۟ كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ قَالُوٓا۟ أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةً فَتُهَاجِرُوا۟ فِيهَا ۚ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, kepada mereka malaikat bertanya "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri Mekah". Para malaikat berkata "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, an-Nisa 97. Dan dalam firman Allah فَكَيْفَ إِذَا تَوَفَّتْهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَٰرَهُمْ Bagaimanakah keadaan mereka apabila malaikat mencabut nyawa mereka seraya memukul-mukul muka mereka dan punggung mereka? Muhammad 27.Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah11. قُلْ يَتَوَفَّىٰكُم مَّلَكُ الْمَوْتِ Katakanlah “Malaikat maut akan mematikanmu Terdapat mendapat mengatakan bahwa nama malaikat itu adalah Izra’il. الَّذِى وُكِّلَ بِكُمْyang diserahi untuk mencabut nyawamu Yakni ditugaskan untuk mencabut nyawa kalian saat ajal kalian telah datang. ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَkemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan Yakni kalian dikembalikan kepada-Nya dalam keadaan hidup, kemudian Allah akan membalas amal perbuatan kalian.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah11. Katakanlah wahai Nabi Malaikat maut akan benar-benar mencabut nyawa kalian. Dia adalah malaikat Izrail yang diberi tugas untuk mencabut arwah kalian ketika ajal kalian telah tiba. Kemudian mengembalikannya kepada Sang Pencipta📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahKatakanlah,“Malaikat maut yang ditugaskan untuk mencabut nyawa kalian} yang ditugaskan oleh Allah untuk mencabut nyawa kalian {akan mematikan kalian} mencabut nyawa kalian {kemudian kepada Tuhan kalianlah akan dikembalikan”Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H11. “Kataknalah, Malakul maut yang diserahi untuk mencabut nyawamu akan mematikanj kamu’.” Maksudnya, malaikat yang telah ditugaskan oleh Allah untuk mencabut ruh, dan ia mempunyai banyak malaikat pembantu, “kemudian hanya kepada Rabbmulah kamu akan dikembalikan.” Lalu Allah memberikan balasan kepada kalian sesuai dengan amal perbuatan kalian; dan kalian telah mengingkari kebangkitan, maka tunggulah apa yang dilakukan Allah terhadap kalian.📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat As-Sajdah ayat 11 Katakanlah wahai Nabi Allah kepada orang-orang musyrik Akan datang malaikat maut mengurusi menggenggam ruh-ruh kalian; Di mana Allah membebani urusan malaikat maut dengan urusan yang penting ini, kemudian Allah bangkitkan pada hari kiamat untuk dihisab dan dibalas atas seluruh amalan dengan apa yang pantas dari kebaikan atau keburukan. Berkata Syaikh kami Muhammad Al Amin Asy Syinqithi Sesungguhnya penyandaran urusan akhir kepada malaikat maut pada ayat ini, Karena malaikat maut diperintahkan untuk menggenggam ruh, dan penyandarannya pada firman Allah dalam surat Muhammad 27.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Dia membalas amalmu. Oleh karena kamu telah mengingkari kebangkitan, maka lihatlah apa yang Allah lakukan terhadap dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat As-Sajdah Ayat 11Baik yang mengimani maupun yang mengingkari hari kebangkitan sama-sama belum bisa membuktikannya secara langsung sebelum mati. Karena itu, wahai nabi Muhammad dan kaum mukmin, katakanlah kepada orang-orang musyrik bahwa malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawa-Mu pasti akan mematikan kamu saat ajalmu tiba, kemudian kepada tuhanmu kamu akan dikembalikan. Itulah hari hisab, ketika semua manusia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia. '12. Saat hari hisab itu tiba, kamu akan melihat orang kafir tampak seperti pesakitan yang menunggu putusan. Dan alangkah ngerinya jika sekiranya engkau melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan pengadilan tuhannya di hari kiamat kelak, padahal dulunya mereka begitu angkuh kepada tuhan. Di sana mereka merengek, 'ya tuhan kami, kami sekarang benar-benar taat dan patuh kepada-Mu. Kami telah melihat dengan mata kepala kami hari kebangkitan dan mendengar betapa ajaran para rasul-Mu adalah benar, maka dengan kuasa dan rahmat-Mu kembalikanlah kami ke dunia sekali saja, niscaya kami akan mengerjakan kebajikan yang engkau ridai, tidak seperti yang kami lakukan dulu. Sungguh, saat ini kami adalah orang-orang yang yakin dengan sepenuhnya. ' Allah tidak akan mengabulkan permintaan itu karena dia tahu benar karakter mereka. Mereka tidak akan menjadi orang baik walaupun sekiranya diberi kesempatan kembali ke dunia lihat surah al-an''m/6 27'28.Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikian kumpulan penafsiran dari berbagai ulama berkaitan kandungan dan arti surat As-Sajdah ayat 11 arab-latin dan artinya, semoga menambah kebaikan bagi kita. Support usaha kami dengan memberikan link ke halaman ini atau ke halaman depan Halaman Banyak Dikaji Ada berbagai konten yang banyak dikaji, seperti surat/ayat At-Tahrim 8, At-Taubah 122, Al-Mu’minun, Al-Insyiqaq, Al-Alaq 1-5, Al-Hujurat 10-12. Ada juga At-Takwir, Ath-Thalaq 2-3, At-Taubah 105, Al-Insyirah 8, Al-Baqarah 148, Al-Isra 26-27. At-Tahrim 8At-Taubah 122Al-Mu’minunAl-InsyiqaqAl-Alaq 1-5Al-Hujurat 10-12At-TakwirAth-Thalaq 2-3At-Taubah 105Al-Insyirah 8Al-Baqarah 148Al-Isra 26-27 Pencarian al-baqarah ayat 254, surah as syifa juz berapa, qs surat al hujurat ayat 12, surat al ashr ayat kedua, al quran surat an nisa ayat 59 Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
surat al sajdah latin